Jl. Letjen Yusuf Singadekane No. 1 Muara Baru Kayuagung

Indonesian English

Seputar investasi

Australia akan Kembangkan Wisata Bahari di Indonesia

Australia akan Kembangkan Wisata Bahari di Indonesia

Pemerintah Australia tertarik menanamkan modalnya di sektor pertambangan dan pariwisata Indonesia. Dalam hal ini, investor Australia bakal mengembangkan wisata bahari di Tanah Air.

“Jadi kalau dari sisi kuantitas investasi di pertambangan dan kalau dari sisi kualitas yang kami sangat tertarik itu di pariwisata. Wisata bahari kita punya banyak destinasi kepulauan,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, dalam acara ‘Indonesia Australia Business Weekend 2017’, di Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta, Selasa 7 Maret 2017.

Lembong menuturkan, minat Australia tersebut disambut baik Pemerintah Indonesia. Pasalnya, negara Kanguru ini unggul dalam merancang dan mengembangkan industri wisata perairan. Terlebih Australia memiliki banyak kapal pesiar yang bakal mewarnai pariwisata Indonesia kedepannya.

“kita punya banyak destinasi kepulauan, ecotourism di tempat-tempat untuk nyelam skuba diving dan sebagainya tapi kita praktis tidak punya industri wisata bahari, perkapalannya. Apa kapal-kapal pesiar sementara Australia sangat unggul di situ, itu yang lagi dikembangkan,” tuturnya.

Untuk sektor pertambangan, puluhan perusahaan Australia memang telah bergerak dan terdaftar di pertambangan Indonesia. Berbeda dengan sektor pariwisata yang baru akan dijajaki tahun ini. Lembong optimistis kedua negara akan membuahkan kerja sama yang konkret.

“Keunggulannya sebelah-sebelahan orang mau bolak-balik gampang sekali sangat enak, dan karena kita sudah terbiasa kuliah, dan liburan di Australia itu sangat cair, gampang dan mudah. Itu yang bikin saya optimistis kerja sama Australia-Indonesia akan membuahkan kerja sama yang konkret,” tuturnya.

Sekadar diketahui, lebih dari 40 pertambangan aktif di Indonesia yang terdaftar di Bursa Sekuritas Australia (ASX) serta 15 perusahaan Australia di industri energi. EMR Capital merupakan investor Australia terbesar di sektor pertambangan.

 

Pada awal 2016, EMR Capital membeli tambang emas Martabe di Sumatera Utara senilai USD775 juta. Newcrest juga mengoperasikan tambang emas di Indonesia yang direncanakan dengan PT Antam senilai UD$1 miliar selama lima tahun ke depan.

Sumber: Metrotvnews.com


 202,    Berita terbaru
DPM-PTSP OKI

Website: bppm.kaboki.go.id

Pelayanan Satu Pintu

Leave a comment

About

Memberikan Layanan Kepada Masyarakat Secara Profesional dan Mendorong Peran Serta Masyarakat Dalam Pembangunan

Berita Nasional

BKPM: Potensi investasi kelautan capai US 1,2 triliun

Kontak

Email: bppm.kab.oki@gmail.com

 Phone: 0712-322869 Fax: 0712-322869

Mobile: 0822 8002 1102 ( SMS Pengaduan )