Jl. Letjen Yusuf Singadekane No. 1 Muara Baru Kayuagung

Indonesian English

Seputar investasi

Perjanjian Bilateral Pacu Investasi dan Perluas Pasar Ekspor Indonesia

Perjanjian Bilateral Pacu Investasi dan Perluas Pasar Ekspor Indonesia

Guna memacu investasi dan memperluas pasar ekspor bagi industri dalam negeri maka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah melakukan peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) melalui perjanjian bilateral.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, hal tersebut dilakukan sebab saat ini orientasi AS adalah pada perjanjian bilateral. Adapun langkah ini diharapkan memberi keuntungan bagi masing-masing pihak termasuk efek positif bagi ekonomi Indonesia.

“Untuk itu kami menyampaikan bahwa perdagangan kedua negara harus ditingkatkan. Bagi Indonesia, Amerika menjadi salah satu pasar yang sangat strategis,” ujar Airlangga, dalam keterangan tertulisnya, yang diterima Media Indonesia, Selasa, 14 Februari 2017.

Menurut Airlangga, kerja sama kedua negara khususnya di sektor industri perlu ditingkatkan lagi karena bersifat saling melengkapi. Ia menyebutkan, selama ini, investasi AS yang masuk ke Indonesia utamanya ada di sektor industri padat modal dan teknologi.

Adapun Indonesia dapat mengisinya melalui industri yang cukup berdaya saing seperti kelompok sektor tekstil, pengolahan karet, kulit, barang kulit dan alas kaki, serta makanan dan minuman. Sehingga, ia meminta agar produk tekstil Indonesia bisa bersaing dengan produk tekstil lainnya melalui pengurangan bea masuk.

Saat ini, tambahnya, produk tekstil Indonesia dikenakan bea masuk di AS sebesar 12,5 persen. Sedangkan Vietnam sudah dikenakan nol persen sebab sudah ada perjanjian kedua negara. “Jadi, kami meminta paling tidak Indonesia mendapat bea masuk sama seperti Vietnam, sehingga perjanjian tersebut juga akan mendongkrak daya saing produk kita,” tuturnya.

Berdasarkan data Kemenperin, AS merupakan mitra dagang utama ketiga Indonesia setelah Tiongkok dan Jepang dengan nilai total perdagangan pada periode Januari 2016-Juli 2016 mencapai USD13,02 miliar. Dari neraca perdagangan, Indonesia mengalami surplus USD5,23 miliar atau naik 1,75 persen dibandingkan periode yang sama di 2015.

Selain itu, nilai ekspor Indonesia ke AS pada 2016 tercatat sebesar USD9,13 miliar. Adapun kelompok hasil industri yang juga memiliki nilai ekspor dengan tren positif, antara lain industri pengolahan kelapa sawit, furniture, pulp dan kertas, barang-barang kerajinan, elektronika, serta pengolahan alumunium.

Sumber: Metrotvnews.com


 242,    Berita terbaru
DPM-PTSP OKI

Website: bppm.kaboki.go.id

Pelayanan Satu Pintu

About

Memberikan Layanan Kepada Masyarakat Secara Profesional dan Mendorong Peran Serta Masyarakat Dalam Pembangunan

Berita Nasional

BKPM: Potensi investasi kelautan capai US 1,2 triliun

Kontak

Email: bppm.kab.oki@gmail.com

 Phone: 0712-322869 Fax: 0712-322869

Mobile: 0822 8002 1102 ( SMS Pengaduan )